Menjadikan Tiongkok Peluang Kabur

PROFIL ALUMNI
Agung Lai
Alumni Teknik Informatika dan Matematika 2005
Aalst – Belgium

Menjadikan Tiongkok Peluang Kabur
Mimpi untuk menetap di Belgia sudah ada di benak Agung Lai saat masih duduk di bangku kuliah. Rencana Agung ingin mengambil S2 lalu bekerja dan berdomisili di sana. Setelah lulus S1, kakek angkat Agung yang masih memegang budaya tradisional Tiongkok menginginkan untuk studi lanjut di negeri tirai bambu. “Buat belajar Bahasa Mandarin, istilahnya memurnikan identitas sebelum pindah ke Eropa,” kenang penyuka seafood.
Awalnya Agung menolak karena berpikir untuk apa belajar Bahasa Mandarin dengan alasan mau pindah ke Eropa. Berhubung ada masalah di keluarga, maka Agung menyetujuinya. “Saya sebenarnya menjadikan Tiongkok sebagai peluang buat kabur dari rumah ha…ha…,” beber cowok yang suka menelusuri hutan.

Belajar Bahasa
Di Tiongkok, Agung menempuh studi program Bahasa Mandarin di South China Normal University (华南师范大学 huá nán shī fàn dà xué) Guangzhou. Pendidikan dilakoni selama 2 semester di tahun 2011. Pertama kali merasakan culture shock, walaupun secara kultur keluarga sangat kental dengan budaya Tionghoa dan Agung pun juga sempat ke Tiongkok sebelumnya. “Secara umum orang Tiongkok itu jorok dan ngak sopan,” jelas penikmat musik alternative rock.
Lama kelamaan bisa beradapatasi dengan baik, juga berkomunikasi dalam Bahasa Mandarin. Pahit manis kehidupan di Tiongkok pun dirasakan oleh Agung saat pertama kali merantau ke luar negeri. Bagi Agung, Tiongkok bukan negara yang bersahabat untuk orang asing. Namun pengalaman hidup di Tiongkok sangat berharga karena belajar berhati-hati dan cerdik dalam bertindak supaya bisa survive.
Berkarier di Eropa
Selesai kuliah bahasa, Agung melanjutkan S2 di Belgia. Bukan semata-mata untuk kuliah saja, tapi untuk mencari kerja. Akhirnya Agung terdaftar di Vrije Universiteit Brussel jurusan *Master of Management *tahun 2012.
Program *master *ini sebenarnya hanya 1 tahun. Tetapi tujuan utama Agung untuk mencari kerja, satu tahun tidak cukup, sehingga ada beberapa mata kuliah yang digagalkan untuk bisa mengulang di tahun depan. Dengan cara seperti itu, visa study bisa diperpanjang dan punya banyak waktu untuk mencari kerja. Selama kuliah, Agung diterima magang di IBM Belgium, sehingga bisa meng-*cover *biaya hidup sehari-hari.
Sebagai *international student *untuk mencari kerja tidak mudah, karena Belgia menggunakan 3 bahasa yaitu Belanda, Perancis dan Jerman. Perusahaan di Belgia meminta untuk fasih dalam salah satu bahasa tersebut selain Bahasa Inggris. Kendala yang kedua adalah sponsor visa yang harus didaftarkan perusahaan ke bagian imigrasi setiap tahun, konon butuh biaya dan *paper work *yang tidak sedikit.

Namun beberapa sektor selalu ada pengecualian, seperti IT dan engineering. Setelah selesai magang tahun 2014, Agung diterima kerja di perusahaan logistik yang merupakan anak perusahaan UPS sebagai DB & Application engineer. “Senang luar biasa waktu diterima kerja, berarti jalan menetap di Belgia terbuka lebar karena untuk dapat PR perlu kerja minimal 5 tahun,” kenang Agung.

Pemutusan Hubungan Kerja
Semua hal berjalan lancar dalam 2 tahun. Agung mampu beli rumah dan menikah di Belgia. Ternyata hidup tidak semudah itu. Di tahun ke 3, anak perusahaan diintegrasikan ke UPS dengan konsekuensi reorganisasi atau pemutusan hubungan kerja. Berhubung Agung belum dapat mengambil PR, akibatnya sebagai salah satu yang kena PHK. Sisa waktu *visa *tinggal beberapa bulan sebelum habis masanya.
Beruntung Agung memiliki pengalaman kerja selama 3 tahun, sehingga mencari pekerjaan baru lebih mudah. “Hanya butuh 1 bulan di tahun 2017 saya diterima di perusahaan Cloud Communication bernama Voxbone sebagai Business Analyst,” ungkap Agung. Hingga saat ini Agung masih bekerja di perusahaan tersebut. Tahun 2019 Agung sudah memperoleh PR Belgia. (henky honggo)
NB: profil ditulis oleh Henky Honggo
#alumniBinus
#IKABinus
#DivisiMediaSosial
#ProfilAlumni
#TIMat
#TeknikInformatika
#Matematika
#AgungLai
#Aalst
#Belgium
Agung DL

Posted by

Henky Honggo

Henky Honggo

IKABINUS Social Media Team & Jurnalist at Tribun News Sumatra Selatan https://www.instagram.com/henkyhonggo